Ulat Bulu Famili Lymantriidae

Klasifikasi Ulat bulu
Kingdom   : Animalia
Filum         : Arthropoda
Kelas          :  Insecta
Ordo           : Lepidoptera
Famili        : Lymantriidae

Kata Lymantriidae berasal dari bahasa Yunani yaitu lumanter yang artinya perusak
Dinamakan ulat bulu karena tubuhnya tertutup bulu sampai kepalanya. Bulu menjadi andalannya dalam mempertahankan diri dari serangan predator. Kalau tersentuh kulit terasa panas menyengat. Famili Lymantriidae memiliki kurang lebih 2.500 spesies dan bersifat polifagus atau pemakan segala tanaman sehingga sulit mengatakan tanaman inangnya.
Gejala serangan pada tanaman :
Daun terkoyak sampai ke tulang daun dengan tepian daun bergerigi bekas gigitan. Pada serangan berat hanya tulang daun yang tersisa.

Morfologi dan daur hidup :
Ngengat betina pada umumnya tidak bersayap dan berjalan tidak jauh setelah keluar dari kepompong. Ngengat jantan bersayap dan terbang jauh karena tertarik dengan hormon pheromone ngengat betina
Iklim dengan kelembapan kurang dari 70% dan suhu harian tinggi, 26 – 32o C mampu memicu perkembangan pupa. Siklus hidup ulat ini berkisar antara 25 – 60 hari.

Pengendalian :
1. Musuh alami
Parasitoid braconid Apanteles colemani Vier
– Tachinid Exorista sorbillans Wied
– Semut sebagai predator dari telur
2. Mekanis yaitu dengan memungut telur, pupa dan ulat untuk dimusnahkan
3. Membuat perangkap ngengat jantan dengan perangkap sex pheromone
4. Insektisida bahan aktif deltametrin, merupakan insektisida non-sistemik yang sangat kuat, memiliki efek knock down yang sangat baik serta bekerja sebagai racun kontak dan racun perut. Deltametrin merupakan racun saraf yang menghalangi kerja saluran natrium (sodium) pada serabut saraf sehingga akan mencegah transmisi impul saraf

Hal-hal yang menyebabkan terjadinya ledakan ulat bulu :
Adanya perubahan iklim yang dapat memicu perkembangan pupa menjadi ngengat
– Adanya tingkat menetasnya telur mencapai 100 persen dimana predator dari telur tidak terdapat dalam ekosistem tsb dimana ngengat dapat meletakkan telur hingga 200 butir.
Semut sebagai predator telur ini sudah tidak ada lagi. Ini mungkin disebabkan banyaknya petani yang mengambil telur semut (kroto) yang digunakan sebagai pakan burung berkicau yang mana harga jualnya sangat tinggi.
– Ulat ini bersifat polifagus sehingga ulat ini dapat berkembang dengan baik dan cepat.
– Jumlah pemangsa ulat bulu seperti burung sebagai predator sudah tidak ada lagi

Sumber : diolah dari berbagai sumber